Share

Payung Jadi "Senjata" Pendemo Hong Kong

Fajar Nugraha, Okezone · Senin 29 September 2014 18:30 WIB
https: img.okezone.com content 2014 09 29 413 1045977 zElTuJU8yW.jpg Payung Jadi "Senjata" Pendemo Hong Kong (Foto: Reuters)

HONG KONG - Pendemo pro-demokrasi Hong Kong kini menggunakan topeng dan membentangkan payung dalam aksi protes menuntut dilakukan pemilihan langsung pemimpin Hong Kong.

Payung menjadi pelindung dari massa pro-demokrasi dari tembakan gas air mata dan semprotan merica yang digunakan oleh polisi Hong Kong.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

Sebelumnya, polisi menarik diri dari lokasi protes yang sebelumnya didera kericuhan pada Minggu 28 September 2014. Pemerintah Hong Kong pun meminta massa protes,-yang dipimpin oleh mahasiswa tersebut- untuk membubarkan diri dengan damai.

Namun pada akhirnya pada pendemo tetap berada di tempat dan melanjutkan aksi protes. Mereka bahkan menyebut gerakan ini sebagai "revolusi payung" dan berupaya untuk tetap tidak mundur.

Polisi sebelumnya mencoba untuk melakukan negosiasi. Tetapi hal tersebut tidak ditanggapi oleh pendemo, mereka justru merespons dengan mendesak Pemimpin Eksekutif Hong Kong Leung Chun-Ying untuk memberikan rakyat hak untuk memilih.

"Berbuatlah sesuatu yang baik untuk Hong Kong. Kami menginginkan demokrasi," teriak pendemo, seperti dikutip Reuters, Senin (29/9/2014).

Pemerintah China selama ini menyebut protes tersebut sebagai aksi ilegal. Negeri Tirai Bambu pun mendukung aksi represif dari Pemerintah Hong Kong.

Namun pada dasarnya, aksi protes ini sudah merusak citra Hong Kong yang dianggap sebagai wilayah yang aman untuk melakukan usaha. Protes juga meningkatkan bentuk perlawanan terhadap Presiden China Xi Jinping.

(faj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini