Amerika Serikat dan China Ribut Terkait Hong Kong di PBB

Ahmad Luthfi, Okezone · Kamis 28 Mei 2020 14:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 28 18 2220952 amerika-serikat-dan-china-ribut-terkait-hong-kong-di-pbb-RyKBkgzGb1.jpg (Foto: IndustryWeek)

JAKARTA - Amerika Serikat (AS) dan China bentrok terkait Hong Kong di United Nations (PBB) pada Rabu. Ini terjadi setelah Beijing menentang permintaan Washington agar Dewan Keamanan bertemu atas rencana China untuk memberlakukan undang-undang keamanan nasional baru di wilayah tersebut, dikutip Reuters.

Misi AS untuk PBB mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa masalah itu adalah "masalah keprihatinan global yang mendesak yang melibatkan perdamaian dan keamanan internasional" dan karenanya menuntut perhatian segera dari 15 anggota dewan.

China "dengan tegas menolak permintaan yang tidak berdasar" karena undang-undang keamanan nasional untuk Hong Kong adalah masalah internal dan "tidak ada hubungannya dengan mandat Dewan Keamanan," Duta Besar China untuk Zhang Jun memposting di Twitter.

Permintaan AS bertepatan dengan meningkatnya ketegangan antara Washington dan Beijing terkait pandemi virus corona. Washington telah mempertanyakan transparansi China tentang wabah itu, yang pertama kali muncul di Wuhan, China akhir tahun lalu.

AS mengatakan bahwa penentangan China terhadap pertemuan Dewan Keamanan di Hong Kong ditambah dengan "penutupan besar-besaran dan salah urus krisis COVID-19".

Selain itu, negara tersebut mengungkap, "pelanggaran terus-menerus terhadap komitmen hak asasi manusia internasionalnya, dan perilakunya yang melanggar hukum di Laut China Selatan, harus menjelaskan kepada semua bahwa Beijing tidak berperilaku sebagai negara anggota PBB yang bertanggung jawab".

Zhang menjawab, "Fakta membuktikan berulang kali bahwa AS adalah pembuat masalah dunia. AS yang telah melanggar komitmennya berdasarkan hukum internasional. Tiongkok mendesak AS untuk segera menghentikan politik kekuasaannya dan praktik-praktik intimidasi".

Sekretaris Negara AS, Mike Pompeo mengatakan kepada Kongres pada Rabu bahwa Hong Kong tidak lagi memenuhi syarat untuk status khususnya di bawah hukum AS karena China telah merusak otonominya, yang berpotensi memberikan pukulan telak terhadap status wilayah sebagai pusat keuangan utama.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini