Share

Warga Hong Kong Unjuk Rasa Menuntut Pembebasan Aktivis Pro-Kemerdekaan

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Minggu 20 Agustus 2017 22:06 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 20 18 1759457 warga-hong-kong-unjuk-rasa-menuntut-pembebasan-aktivis-pro-kemerdekaan-RrqIEtsDOr.jpg Ribuan warga Hong Kong turun ke jalan memprotes penahanan aktivis pro-kemerdekaan (Foto: Tyrone Siu/Reuters)

HONG KONG – Ribuan warga Hong Kong turun ke jalan untuk melakukan aksi protes terhadap penahanan tiga orang aktivis kemerdekaan. Demonstrasi dilakukan untuk mempertanyakan kebebasan yurisdiksi hukum di bawah payung Dua Negara Satu Sistem yang berlaku di Hong Kong.

Joshua Wong, Nathan Law, dan Alex Chow dijebloskan ke penjara pada Kamis 17 Agustus 2017. Ketiganya dijatuhi hukuman antara enam-delapan bulan penjara. Wong, Law, dan Chow dituduh mendirikan organisasi yang bertentangan dengan hukum.

Cuaca panas dengan suhu mencapai 30 derajat Celsius tidak menghalangi ribuan orang tersebut melakukan long march ke Pengadilan Banding. Mereka masing-masing membawa plakat atau papan yang meminta pembebasan ketiga aktivis kemerdekaan tersebut.

“Ini untuk menunjukkan bahwa konspirasi Pemerintah Hong Kong, rezim Pemerintah Komunis China, dan Departemen Kehakiman untuk menghalangi hak warga Hong Kong untuk melanjutkan partisipasi politik dan penggunaan hukuman serta undang-undang yang keras sudah gagal,” ujar seorang mantan ketua pelajar, Lester Shum, mengutip dari Reuters, Minggu (20/8/2017).

Para pengunjuk rasa mengusung sebuah spanduk raksasa yang menyatakan bahwa perjuangan melawan rezim totaliter bukan lah sebuah tindakan kriminal. Salah satu ketua kelompok pro-kemerdekaan Hong Kong, Ray Wong mengatakan, isu penahanan ketiga aktivis itu sudah menyatukan oposisi pemerintah.

“Sejak Gerakan Payung, kelompok radikal dan moderat berjalan sendiri-sendiri. Kita saat ini berdiri bersama. Ini adalah permulaan yang bagus,” ujar Ray Wong. Gerakan Payung adalah unjuk rasa yang dipelopori Joshua Wong pada 2014.

Pemuda yang saat ini berusia 20 tahun itu bersama ketiga temannya mempelopori unjuk rasa massal pada 2014. Aksi ketiganya dengan cepat menarik perhatian ratusan ribu orang. Penggunaan payung kuning menjadikan aksi unjuk rasa massal itu dikenal dengan Gerakan Payung atau Umbrella Movement.

Wong, Law, dan Chow dijatuhi hukuman pada 2016, tetapi tidak menyertai hukuman badan berupa penjara. Kendati demikian, Kementerian Kehakiman China mengajukan peninjauan kembali dengan maksud berupaya menjebloskan ketiga orang tersebut ke penjara.

Sebagaimana diketahui, Hong Kong berada dalam formula Satu Negara Dua Sistem yang diperkenalkan pada 1997 ketika dikembalikan oleh Inggris ke tangan China. Formula tersebut menjanjikan kebebasan, termasuk independensi hukum. Akan tetapi, banyak aktivis beranggapan China beberapa tahun terakhir mengetatkan kontrol kepada Hong Kong dan melanggar formula tersebut.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini