Muhammad memangku Naufal, ujung jarinya mencolek satu-satu menu di baki, kemudian disentuhkan ke lidah si bayi agar alat perasanya lebih sensitif. Prosesi ini disebut peucicap.
Sejurus kemudian, Muhammad membolak-balikkan hati ayam sebagai isyarat agar si anak ini ketika besar nanti cerdas, kreatif dalam berpikir, otaknya tak buntu.
Tahap selanjutnya adalah puncak ritual. Naufal digendong keluar, sementara dua orang menyambut dengan mengelar kain di muka rumah. Sambil berdiri di pintu, Muhammad menyeru “Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh”.
“Waalaikumsalam,” jawab sejumlah orang yang sudah berkumpul di luar rumah. Seiring Muhammad melangkah, alunan shalawat terdengar dari mulut mereka. Muhammad berhenti sejenak di halaman kemudian jongkok, menginjakkan kaki si bayi ke bumi. Sambil dipayungi, dari atas kain, sebuah kelapa dibelah.
Trap…!!! Airnya mengucur menembus kain, membasahi pelindung. Sebelah dari kelapa itu diberikan kepada Yusri, satu lagi ke Salmawati. Sebuah simbol isyarat agar ikatan batin anak dengan kedua orangtuanya tetap kekal.