JAKARTA - Baru sebulan dilantik, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan wakilnya Jusuf Kalla (JK) sudah menunjukan perbedaan sikap khususnya terkait kenaikan bahan bakar minyak (BBM).
JK mengatakan akan menaikan BBM pada bulan ini, sementara Jokowi saat ditanya wartawan justru berbalik bertanya siapa yang menyebut November sebagai kenaikan BBM. Hal ini tentu membingungkan masyarakat yang menerima informasi tersebut.
Sementara, isu kenaikan di daerah berdampak cukup signifikan. Bahkan, sudah banyak yang mulai membeli BBM dalam jumlah besar karena khawatir kenaikan itu.
Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI), Arbi Sanit, menilai perbedaan kedua pemimpin itu wajar. Jokowi dinilai belum memiliki banyak pengalaman dan pemikiran yang kompleks, sementara JK merupakan pengusaha dan politikus memiliki pengalaman banyak dan terbiasa dengan hal yang kompleks.
"Gaya dua orang itu berbeda. yang satu Jokowi lurus-lurus saja, sederhana. JK berpengalaman, di Golkar berbelit-belit itu terbiasa," ujar Arbi kepada Okezone, Rabu (5/11/2014).