JAKARTA – Rencana pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) akan membuat masyarakat yang semula mendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi tidak simpatik. Apalagi, kenaikkan harga BBM ini tak lama setelah Jokowi-JK dilantik.
Pengamat politik asal Universitas Indonesia (UI), Agung Suprio menjelaskan, publik kian bergejolak dengan indikasi maraknya aksi yang dilakukan mahasiswa. Jika ini dibiarkan oleh pemerintah, ujar Suprio, akan mengakibatkan kebencian masyarakat terhadap Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla (JK).
“Akan ada efek domino, jika nantinya ada kenaikan harga BBM, ketika masyarakat yang dulunya mendukung pemerintahan Jokowi-JK, saat harga BBM naik, maka masyarakat menjadi tidak mendukung lagi,” katanya kepada Okezone saat dihubungi, Jumat (14/11/14).