"Khusus pemeriksaan kelamin perempuan, tim dokter hanya memeriksa dengan cara melihat, tanpa menyentuh bagian kelamin tersebut," jelasnya.
Pemeriksaan organ reproduksi juga dilakukan terhadap calon polisi pria. "Buah zakar harus kita pegang, ada kelainan atau tidak, kalau mengidap hernia dia akan sulit jalan atau istilah awamnya turun bero," ujarnya.
Pemeriksaan tes kesehatan, menurut Arthur mengacu kepada Peraturan Kapolri Nomor 5 tahun 2009 yang tentang proses rekrutmen. Pemeriksaan menyeluruh dilakukan secara laboratoris. Sebelum pemeriksaan, setiap peserta disodorkan pernyataan persetujuan.
"Si calon baca dan dia menandatangani. Semua atas persetujuan yang bersangkutan," tukasnya.
Arthur membantah bila kepolisian tidak meluluskan seorang calon Polwan bila dalam kondisi tidak perawan. Menurutnya jika ada seorang calon peserta yang tidak perawan, tetapi kesehatan organ lainnya baik, peserta tersebut berpeluang untuk ikut seleksi berikutnya.