MINAHASA UTARA – Tim SAR menggunakan remote operated vehicle (ROV) untuk mendeteksi bangkai pesawat Thrush 510 P beserta dua kru yang jatuh di Pantai Kema, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, pada Selasa 2 Desember.
Alat seharga miliaran rupiah itu dilengkapi kamera bawah laut di samping kiri dan kanan, serta bagian muka dan belakang. Kamera dapat merekam benda hingga kedalaman 200 meter di bawah permukaan.
Tim SAR mencari pesawat tersebut di titik yang diketahui sebagai lokasi jatuhnya pesawat. Lokasi jatuhnya pesawat diperkirakan berada di tiga kilometer dari bibir Pantai Kema.
Seperti diberitakan, pesawat milik Elang Nusantara Air itu terbang dari Gorontalo menuju Ternate dan Sorong. Dalam perjalanan terjadi cuaca buruk sehingga pesawat dialihkan untuk mendarat di Bandara Samratulangi Manado.
Nahas, pesawat tersebut jatuh di Pantai Kema atau sekira 17 mil dari bandara. Dua orang di dalamnya, pilot bernama Roni asal Pekanbaru dan teknisi Pian Sofyan asal Bandung, belum diketaui nasibnya.
Pada pencarian hari kedua kemarin, tim menurunkan alat pendeteksi logam untuk mendeteksi keberadaan pesawat. Hasilnya, terdeteksi benda diduga bangkai pesawat di kedalaman 120 meter, namun tim SAR hanya mampu menyelam hingga kedalaman 50 meter.
(Risna Nur Rahayu)