BANDUNG - Langkah Yaya Sonjaya (32) dengan kereta dorongnya terlihat cepat namun berirama menyambut pasien yang tiba di pelataran dekat Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS).
Dengan senyum ramah, Yaya kemudian membawa pasien yang sedang mengerang kesakitan itu masuk ke ruang IGD untuk mendapatkan pertolongan medis.
"Fokus pekerjaan saya adalah mengantarkan pasien ke ruangan," ujar Yaya membuka obrolan dengan Okezone.
Setelah pasien selesai mendapat perawatan di IGD, pasien biasanya akan di antar ke ruangan lain untuk dirawat lebih lanjut. Yayan juga yang membawa pasien ke ruangan yang dirujuk tim dokter di IGD.
Seberat atau seringan apapun berat badan pasien, tak ada alasan bagi Yaya untuk bekerja lambat. Ia harus bekerja ekstra cepat, dalam hitungan menit, bahkan detik. Pasien harus segera dibawa ke ruangan yang semestinya.
Bisa dibayangkan tanpa Yaya, bagaimana pasien-pasien itu dibawa. Hal itu tak mungkin dilakukan dokter atau perawat karena tugasnya fokus menangani pasien. Jika dokter atau pasien melakukan apa yang dilakukan Yayan, pekerjaan mereka pun bisa terganggu.
Itulah sedikit gambaran soal profesi Yaya sebagai pendorong blanket di RSHS. Ia adalah pekerja harian lepas di rumah sakit milik pemerintah itu sejak 1997.
Awalnya, Yaya menjalani profesinya sebagai cleaning service di RSHS dari 1997 sampai 2005. Tapi akhirnya ia kebagian tugas sebagai pendorong kereta pasien sejak 2005 hingga sekarang.
(Carolina Christina)