Ricky Subagja

Fetra Hariandja, Jurnalis
Senin 08 Desember 2014 13:55 WIB
Ricky Subagja/Foto: Badminton Asia Confederation
Share :

LAGU Indonesia Raya berkumandang pada 1993 di Birmingham, Inggris. Tidak banyak masyarakat Tanah Air yang tahu mengapa lagu tersebut terdengar lantang kala itu. Duta olahraga Indonesia melalui ganda putra bulutangkis tampil sebagai jawara pada IBF World Championships.

Pebulutangkis putra Indonesia, Ricky Subagja, yang membuat harum nama bangsa. Sekali lagi, tidak banyak pula masyarakat yang tahu siapa pasangan Ricky saat membukukan gelar juara. Kala itu, ia berpasangan dengan Rudy Gunawan, bukan Rexy Mainaky yang selama ini semua kenal.

Bulutangkis bagi Ricky bukanlah cabang olahraga asing. Keluarga besarnya mencintai bulutangkis. Tidak heran bila Ricky sudah mengenal bulutangkis sejak usia tujuh tahun. Keputusan Ricky mengayuh raket lebih besar karena pengaruh sang ibu. Maklum, sang ayah sebenarnya ingin Ricky menjadi pesepakbola.

Nama Ricky tidak asing bangi Bumi Pertiwi. Seluruh gelar bergengsi pernah dicapai ketika selama berpasangan dengan Rexy. Momentum paling berharga tentu ketika Ricky/Rexy mempersembahkan medali emas bagi Merah Putih pada Olimpiade Atlanta 1996.

Bukan hanya dengan Rudy, Ricky juga membuktikan diri mampu beradaptasi dengan Rexy. Hal itu dibuktikan dengan kembali meraih mahkota IBF World Championships 1995. Ganda putra Indonesia tersebut pun menjadi momok menakutkan bagi setiap lawan di era 1990.

Dominasi Ricky di sektor ganda kian menjadi-jadi dengan memastikan diri sebagai yang terbaik pada ajang bergengsi All England Championships 1995 dan 1996. Catatan rekor kemenangan terus berlanjut di turnamen lainnya. Lima gelar juara juga mereka pastikan, yakni China Open 1992, Indonesia Open (1993, 1994, 1998, 1999), Malaysia Open (1993, 1994, 1997), South Korea Open (1995, 1996), dan Denmark Open (1998).

Bungsu dari enam bersaudara dan memiliki nama lengkap Ricky Ahmad Subagja itu juga berjaya pada World Badminton Grand Prix (1992, 1994, 1996), Badminton World Cup (1993, 1995, 1997), dan Asian Games (1994, 1998).

Selepas gantung raket, dedikasi Ricky untuk Indonesia tidak serta-merta tenggelam. Ricky mengabdikan diri sebagai pengurus Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI). Dia diembankan amanah sebagai Kepala subbidang Pelatnas PBSI.

Sejak menggeluti bulutangkis, Ricky sangat mengagumi Liem Swie King, legenda bulutangkis Indonesia. Begitu kagumnya kepada King, Ricky selalu menulis 'ingin menjadi Liem Swie King' sebagai cita-citanya.

Prestasi :

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya