Image

Nico Rosberg

Ramdani Bur, Jurnalis · Rabu 18 Februari 2015 11:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2015 02 18 17 1107403 nico-rosberg-XBEThGXAWn.jpg Nico Rosberg/Foto: AFP

KESUKSESAN sang ayah selama tampil di ajang balap Formula One (F1), membuat pembalap Mercedes AMG, Nico Rosberg, berambisi mengikuti jejaknya. Ya, Keke Rosberg merupakan ayah dari pembalap Mercedes tersebut yang menghabiskan karier balapannya bersama Williams. Selain itu, ia juga sempat menjadi juara dunia F1 pada 1982.

Keberhasilan yang ditorehkan sang ayah memacu Rosberg untuk tumbuh menjadi pembalap kenamaan. Usahanya dimulai saat turun pertama kali di ajang balap kompetitif Formula BMW ADAC pada 2002. Saat itu, usianya baru 17 tahun, namun mampu mengalahkan pembalap yang usianya jauh lebih tua dibandingkan dirinya.

Dari 20 balapan yang ia lakoni musim itu, Rosberg mampu memenangkan sembilan race dan mengantarkannya meraih gelar juara di akhir kompetisi. Keberhasilannya tersebut mendapat apresiasi dari salah satu tim balap F1, Williams. Pembalap asal Jerman itu mendapat kesempatan mencoba mobil anyar Williams yang akan digunakan pada musim balap F1 2003.

Sukses di ajang Formula BMW, membawanya berkiprah di kasta yang lebih tinggi, yakni Formula tiga Euro series. Total dua tahun Rosberg berkiprah di kompetisi itu, namun gagal menjadi juara setelah hanya finis di posisi empat. Peruntungannya berubah saat ia memutuskan membela tim ART Grand Prix di ajang GP2, Rosberg keluar sebagai juara pada 2005.

Prestasi membanggakan yang ditorehkan selama berlaga di Formula BMW dan GP2, membawa Rosberg tampil pada ajang F1 untuk pertama kalinya bersama tim Williams. Tim ini juga sempat membawa ayahnya meraih gelar juara F1 pada 1982.

Selama empat tahun membela tim yang bermarkas di Grove, Inggris ini, Rosberg gagal memberikan prestasi sama sekali. Pembalap berusia 29 tahun itu tidak mampu memenangkan satu balapan pun. Bahkan, untuk naik podium saja tak pernah. Jika melihat pencapaian saat itu, sulit rasanya bagi Rosberg mengikuti jejak sang ayah.

Tak kunjung membawa prestasi bagi Williams, membuat pembalap kelahiran Weisbaden, Jerman, memutuskan hengkang ke tim asal negaranya, Mercedes pada 2009. Setali tiga uang dengan Williams. Tiga tahun membela Mercedes, tidak satu pun hasil yang bisa dijadikan pembuktian diri.

Penantian panjang untuk mengikuti tapak ayah sepertinya mulai terwujud pada musim balap 2012. Ia meraih kemenangan perdana di ajang lomba balap jet darat tepatnya pada GP China. Di musim tersebut, ia mengakhiri kompetisi di posisi sembilan klasemen dengan raihan 93 poin.

Kemenangan di GP China memacunya tampil lebih baik lagi di musim 2013. Rosberg mampu memenangi dua race dan finis di peringkat enam klasemen akhir dengan 171 poin. Puncak prestasi Rosberg terjadi di musim balap 2014, ia bersama Lewis Hamilton melakukan kombinasi yang luar biasa sehingga Mercedes di bawanya untuk pertama kali menjuarai konstruktor mengalahkan tim-tim mapan seperti Red Bull, Ferrari dan McLaren.

Selain membawa Mercedes juara konstruktor, ia mampu memenangkan lima dari 19 race yang dilangsungkan. Bahkan, Rosberg hampir menjadi juara dunia sebelum akhirnya dikalahkan rekan setimnya, Hamilton, di race terakhir 2014 di sirkuit Yas Marina, Abu Dhabi.

Tentunya, dengan menanjaknya performa yang ditunjukkan selama membela Mercedes di tiap musimnya, bukan tak mungkin Rosberg mampu mengikuti jejak sang ayah, yakni merebut gelar juara lomba balap F1 di musim 2015.

Profil:

Nama Lengkap: Nico Erik Rosberg

TTL: Weisbaden, Jerman, 27 Juni 1985

Tinggi Badan: 1,78 m

Berat Badan: 71 kg

Prestasi:

2006 Williams F1 Teams 17

2007 AT&T Williams 9

2008 AT&T Williams 13

2009 AT&T Willims 7

2010 Mercedes GP 7

2011 Mercedes GP 7

2012 Mercedes AMG 9

2013 Mercedes AMG 6

2014 Mercedes AMG 2

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini