JAKARTA - Ada hal baru yang diungkap dalam persidangan dugaan suap perkara permohonan keberatan hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Palembang tahun 2013-2018 di Mahkamah Konstitusi (MK) dengan terdakwa Romi Herton dan istrinya, Masyito.
Hal itu terungkap saat Mico Panji Tirtayasa, saksi yang dihadirkan dalam persidangan mengatakan tulisan Kiai PLB saat telefon seluler Muchtar Effendi berdering adalah telefon dari Romi Herton.
"Kalau untuk rahasia selalu pakai kode, dari Palembang pakai PLB. Ada tulisan Kiai PLB," jelasnya di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (8/1/2015).
Jaksa KPK, Budi Nugraha bertanya kepada Mico soal nama samaran tersebut. "Saudara bisa artikan Kiai PLB itu terdakwa (Romi Herton) bagaimana?" tanya Jaksa Budi.
Mico mengetahui hal itu dari cerita Muchtar langsung kepada dirinya. "Dari pak Muchtar sendiri yang bicara setelah percakapan yang kedua," ujarnya.
Selain itu, dia juga menyampaikan bahwa Muchtar akan berkoordinasi dengan bos besar terkait sengketa Pilkada Kota Palembang. "Waktu itu saya tidak tahu, lambat laun di BBM ada gambar burung Garuda Pancasila dan bapak (Muchtar) cerita akhirnya, bos besar itu Pak Akil," tambahnya
Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa Muchtar pernah cerita kalau bos besar (Akil Mochtar) meminta kiriman pempek tiga dus ke pihak Palembang. "Itu bapak (Muchtar) yang menghubungi pihak Palembang," jelasnya.
Mico mengungkapkan Muchtar selalu memakai kode untuk orang-orang yang dirahasiakannya. "Bapak selalu pakai kode, kecuali nama karyawan yang selalu nama benar. Kalau untuk rahasia tidak pakai nama langsung, pakai kode," pungkasnya. (fmi)
(Stefanus Yugo Hindarto)