Gencatan Senjata Dimulai, Dua Pihak Saling Tuduh

Rahman Asmardika, Jurnalis
Minggu 15 Februari 2015 11:35 WIB
Presiden Ukraina Petro Poroshenko (Foto : The Washington Post)
Share :

Beberapa saat kemudian, tuduhan pelanggaran telah terdengar dari kedua belah pihak. Pihak Ukraina menyatakan tembakan artileri terdengar 50 menit setelah deadline, berasal dari daerah Nalyvaichenko. Sementara itu pihak pemberontak menuduh Militer Ukraina menembakkan artileri beberapa saat lewat tengah malam.

Gencatan senjata ini diharapkan dapat mengakhiri konflik yang telah menelan lebih dari 5.400 nyawa sejak April 2014, namun nada pesimis terdengar nyaring setelah perjanjian yang sama gagal untuk dilaksanakan beberapa waktu lalu.

Presiden Poroshenko sendiri mengakui kecilnya kemungkinan keberhasilan perjanjian ini.

“Sayangnya setelah perjanjian Minsk, serangan dari pihak Rusia semakin gencar. Kami merasa perjanjian ini berada dalam bahaya,” demikian kata Poroshenko seperti dikutip dari Al Jazeera, Minggu (15/2/2015).

Perjanjian damai ini juga mewajibkan Ukraina untuk membayarkan dana pensiun dan keuntungan negara kepada warga di wilayah-wilayah yang dikuasai oleh pemberontak. Blokade ekonomi yang diberlakukan Ukraina telah menghancurkan standar hidup di wilayah-wilayah sebelah timur Ukraina.

(Hendra Mujiraharja)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya