YOGYAKARTA - Motif pengeroyokan kepada La (18), siswi salah satu sekolah menengah atas di Yogyakarta, oleh sembilan orang (sebelumnya ditulis delapan), belakangan diketahui hanya masalah sepele. Yaitu, gambar tato Hello Kitty.
Salah seorang tersangka yang berhasil diamankan pihak kepolisian, IC (19) mengatakan, permasalahan ini berawal dari tato yang dibuat La pada lengan, menyamai tato milik tersangka RTH.
"Karena ada kesamaan tato yang dibuat La," kata tersangka IC di Mapolres Bantul, Senin (16/2/2015).
Dia menambahkan, pada Kamis 12 Februari, dirinya berperan sebagai penjemput korban bersama tersangka lain NK, dan RS di Nologaten, Sleman. Dengan alasan melindungi korban dari kejaran RTH. Namun, korban dibawa ke kos RTH di Dusun Saman, Bangunharjo, Sewon, Bantul.
Sesampainya di kos, korban dimasukkan ke dalam kamar milik saksi Linggah Praditya. Di dalam kamar tersebut korban disuruh membuat pernyataan tidak menuntut.
Setelah itu, korban dibekap dan dihajar oleh tersangka PD, dan ditendang oleh RTH dan PD. Korban yang mencoba berontak kemudian diikat oleh pelaku. "Saya disuruh membekap mulut dengan menggunakan kaos, sementara yang lain memukuli," ucapnya.
Setelah itu rambut dan celana korban dipotongi. Aksi berlanjut dengan penganiayaan di bagian organ vital korban. Korban juga disundut rokok pada bagian tubuhnya.
Sementara korban berhasil melarikan diri pada Jumat 13 Februari sekira pukul 11.00 WIB. Kemudian, korban ditolong oleh salah seorang warga dan melapor ke Polsek Sewon dan diteruskan ke Polres Bantul.
Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Mohammad Kasim Akbar Bantilan, mengatakan motif penganiayaan berawal dari saling ejek gambar Hello Kitty di BlackBerry Messenger (BBM). "Korban dan pelaku berteman di BBM," jelas Kasim.
Kasim menerangkan, pelaku yang merasa tidak terima langsung menghajar korban, bersama delapan orang lainnya. Saat ini polisi tengah mengejar pelaku lainnya.
"Sudah kami amankan dua orang, tujuh lainnya masih buron," tegasnya.
(Fiddy Anggriawan )