"Tindakan dilakukan sesuai prosedur, namun setelah disuntik buvanest spinal 0,5 persen heavy oleh dokter anastesi terjadi hal di luar perkiraan. Pasien mengalami gatal-gatal kejang hingga akhirnya kami masukkan ke ICU dan meninggal 24 jam pascapenyuntikan," jelasnya.
Padahal sebelumnya, kata Heppi pihaknya kerap menggunakan obat tersebut untuk tindakan.
Mendapati ini, pihaknya mengaku langsung melapor dan mempertanyakan hal ini kepada produsen obat dan menghentikan seluruh tindakan anastesi yang menggunakan obat tersebut.
"Hasil konfirmasi dengan pihak produsen, obat yang ada di dalam tidak sesuai dengan label dan obat-obatan ini sudah ditarik seluruhnya dari RS Siloam," tegasnya.
(Misbahol Munir)