Namun, politikus Partai Hanura tersebut belum menjelaskan siapa yang akan dilaporkan terkait pemalsuan dokumen dan penyuapan tersebut.
Dirinya menegaskan bahwa pihaknya memiliki saksi dan sejumlah barang bukti untuk diserahkan ke KPK dan polisi. "Oknumnya akan kita sampaikan di KPK dan Kabareskrim," ujarnya.
Selain KPK dan Bareskrim, Ongen menjelaskan pihaknya juga akan mendatangi Kemendagri Tujuannya untuk menanyakan soal Rancangan APBD DKI Jakarta 2015 yang diserahkan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
"Kita besok akan ke Kemendagri untuk menanyakan RAPBD yang dikirimkan Ahok asli atau palsu," tandas Ongen.
(Fahmi Firdaus )