Eksekusi Mati oleh Indonesia Jadi Polemik Internasional

Fiddy Anggriawan , Jurnalis
Selasa 03 Maret 2015 16:00 WIB
Andrew Chan dan Myuran Sukumaran. (Foto: AFP)
Share :

Pro-kontra terhadap hukuman mati terhadap warga negara Australia itu mencapai 21 persen, atau sekira 649 berita, dari 3014 pemberitaan di Australia. Menyusul konsistensi pemerintah RI menghukum terpidana Bali Nine, Menlu Juli Bishop menyatakan kemungkinan pemboikotan wisatawan Australia ke Bali.

Isu ini menduduki porsi terbesar pemberitaan hubungan Indonesia-Australia, yakni 37 persen. Meningkatnya tensi hubungan Indonesia-Australia akibat pernyataan Tony Abott menduduki resistensi terbesar ke dua di media dengan 24,3 persen.

“Sementara itu, pernyataan Abbott mengungkit bantuan tsunami menyulut respon keras dari pemerintah maupun masyarakat Indonesia sebanyak 24 persen, atau sekira 89 berita,” ungkap Rustika.

Eksekusi hukuman mati juga memperburuk hubungan Brasil-Indonesia. Hal itu, diawali dengan penarikan Dubes Brasil di Indonesia dan terbaru adalah penolakan penempatan Dubes RI untuk Brasil. Akibatnya, pemerintah Indonesia menyatakan akan mengkaji ulang kerja sama pembelian senjata.

Influencers tertinggi dalam pemberitaan eksekusi duo Bali Nine, kata Rustika, ditempati oleh Tony Abbott dan Julie Bishop. Keduanya merupakan influencers dari sisi Australia. "Sedangkan pihak Indonesia yang paling sering disebut-sebut media Australia adalah Jaksa Agung HM Prasetyo," ucap Rustika.

(Hendra Mujiraharja)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya