BOGOR - Presiden pertama RI Soekarno menunjuk seorang arsitek bernama F Silaban untuk melakukan pemugaran makam Raden Saleh. Monumen berwana putih setinggi 2 meter dan lebar 3 meter bertulis "Makam Raden Saleh Syarif Bustaman" dibangun tepat di depan makam pelukis naturalis tersebut beserta istrinya.
Selanjutnya, pada 1988, dipasang pagar besi melingkari area makam seluas 900 meter. Pada 2006, Galeri Nasional Indonesia mulai menggagas pemugaran kedua. Hingga akhirnya pada November 2007, didirikan saung budaya sebagai fasilitas publik serta taman di kompleks makam.
Hingga kini Isun masih setia menjaga Kompleks Makam Raden Saleh yang terhimpit permukiman padat penduduk. Selain disesaki rumah-rumah, tepat di samping makam ada sebuah menara pemancar seluler yang menjulang tinggi.
Di depan gang masuk menuju makam juga tidak ada gapura yang menjadi petunjuk orang yang ingin berkunjung. Hanya ada papan kecil bertuliskan "Makam Raden Saleh", itu pun kondisinya sudah memprihatinkan.
"Jarang orang ke sini. Saya juga suka sedih, masih banyak orang Bogor yang enggak tahu Raden Saleh dimakamkan di sini. Bahkan, ada juga yang enggak tahu siapa Raden saleh," ungkap Isun dengan nada sedih.
Tapi, tak sedikit pun tersirat di benaknya untuk membiarkan makam Raden Saleh tak terurus. Setiap hari ia menyapu makam dan membersihkan dari dedaunan pohon. Setiap dua minggu sekali dia juga memangkas rumput yang mulai tinggi dan tumbuh liar.