Atut menambahkan, ritual Buang-Buang itu isinya berupa minyak, telur ayam kampung, benang, paku dan beras kuning.
Ia juga menambahkan buaya tersebut tidak pernah sama sekali mengganggu meski muncul di saat masyarakat melakukan aktivitas seperti mencuci, berenang maupun memancing di Sungai Kapuas.
"Paling buaya muncul berjarak tiga atau beberapa meter dari tempat kami mencuci atau memancing, tetapi ia hanya menunjukkan kepalanya saja. Dari saya kecil memang buaya tidak pernah mengganggu manusia asli Pontianak," tuturnya.
(Carolina Christina)