Tertutup Awan, Fenomena Blood Moon Gagal Terlihat Jelas

Mustholih, Jurnalis
Sabtu 04 April 2015 20:16 WIB
Gerhana sulit terlihat karena tertutup awan (Foto: Reuters)
Share :

SEMARANG - Sejumlah pecinta astronomi dari Himpunan Astronomi Amatir Semarang (HAAS), melakukan pengamatan atas fenomena gerhana bulan total 'blood moon' di atas Taman Tabanas, Semarang, Jawa Tengah. Mereka berkumpul di atas lapangan yang terletak di dataran tinggi Gombel, Semarang, untuk melihat detik-detik terjadinya gerhana bulan sejak pukul 17.00 WIB.

Namun, mereka gagal mengamati puncak gerhana bulan yang berlangsung hanya enam menit karena langit tertutup awan.

Puncak gerhana yang terjadi dari pukul 19.00 WIB hingga 19.06 WIB tidak dapat dilihat meski mereka sudah mengamati bulan dengan menggunakan teropong.

"Kita jadi gagal melihat warna merah darah dari gerhana bulan. Dengan teropong saja tidak bisa terlihat apalagi dengan mata telanjang," kata Dwi Lestari, koordinator HAAS, Sabtu (4/4/2015).

Menjelang puncak gerhana bulan, sebenarnya awan di langit Kota Semarang terlihat cerah. Namun, begitu memasuki puncak gerhana, awan berlahan-lahan menutupi bulan sehingga gerhana tidak dapat terlihat meski menggunakan alat bantu.

Menurut Dwi Lestari, fenomena gerhana bulan total apalagi disertai dengan warna merah terang seperti darah (blood moon) merupakan fenomena langka. "Ini langka, ini bisa terjadi gerhana total lagi sampai 2018. Jadi tiga tiga tahun lagi kita baru bisa melihat gerhana bulan total lagi," imbuhnya

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya