“Mohon maaf, abdi dalem bukan pakune Sultan, tapi abdi negara, hanya mengabdi pada lembaga (Kraton) tinggalane leluhur,” kata Romo Tirun.
Soal perbedaan pandangan di antara Sultan dan para pangeran (Rayi Dalem), Romo Tirun mempersilahkan untuk diselesaikan dengan baik-baik. “Semua punya tanggung jawab dan ada risikonya masing-masing,” ucap dia.
Meski sudah ada perubahan gelar dawi Buwono menjadi Bawono, sampai Sabtu, siang semua proses administrasi di Keraton masih menggunakan nama Sri Sultan Hamengku Buwono.
(Muhammad Saifullah )