YOGYAKARTA - Akibat gempa bumi tektonik pada 27 Mei 2006 silam, banyak struktur bangunan rumah, perkantoran, tempat-tempat peninggalan sejarah rusak di Yogyakarta. Salah satu penyebabnya karena struktur bangunan tidak tahan gempa.
"Sebelum gempa, kondisi masyarakat Yogyakarta asal-asalan saat membangun rumah, yang penting asal jadi, murah, dan bagus," kata Pajar Hatma Indra Jaya, Sosiolog Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta dikonfirmasi Okezone.com, Rabu (27/5/2015).
Masyarakat tidak terlalu memerdulikan aspek keselamatan karena memang belum pernah merasakan gempa yang begitu dasyat. Hal itu teruji saat gempa Yogyakarta pada 2006. Semua bangunan yang rusak.
"Kalau diperhatikan, bangunan rumah yang roboh karena rangkanya tidak kokoh, tidak mengunakan rangka besi maupun cor semen. Kebanyakan hanya batu bata, itupun tanpa semen, hanya campuran tanah dan batu bata yang dihaluskan, sehingga mudah roboh jika terjadi pergerakan tanah," jelasnya.