KAIRO – Pemerintah Mesir memutuskan untuk memperpanjang waktu dibukanya pintu perbatasan Rafah yang menghubungan Mesir dengan Jalur Gaza selama satu hari.
Seperti dilansir Egypt Independent, Kamis (28/5/2015), Pemerintah Mesir menginginkan agar bantuan kemanusiaan bagi warga yang tinggal di Jalur Gaza. Selain itu, untuk memberikan kesempatan kepada warga Jalur Gaza pulang ke kampung halamannya.
Namun, hanya untuk mereka yang akan memasuki Jalur Gaza, Pemerintah Mesir masih menutup bagi orang yang akan masuk ke negaranya.
Sementara itu, pemimpin Kelompok Hamas Ismail meminta Mesir agar Pintu Perbatasan Rafah dibuka secara permanen. Hal ini dikarenakan pintu tersebut sangat vital keberadaannya bagi warga di Jalur Gaza.
“Pintu perbatasan Rafah tidak hanya menjadi isu keamanan saja, tetapi juga menyangkut isu politik dan kemanusiaan,” ujar Haniyah.
Haniyah membantah jika Hamas menggunakan Pintu Perbatasan Rafah untuk menyelundupkan senjata ke wilayah Jalur Gaza.
Sebelumnya, Pemerintah Mesir memutuskan untuk membuka pintu perbatasan Rafah selama dua hari dan dimulai Selasa 26 Mei 2015.
Pintu perbatasan Rafah selalu ditutup oleh Pemerintah Mesir sejak Oktober 2014. Keputusan ini diambil setelah mendengar laporan mengenai banyaknya barang ilegal, baik yang masuk maupun yang keluar dari Jalur Gaza.
(Muhammad Saifullah )