“Pintu perbatasan Rafah tidak hanya menjadi isu keamanan saja, tetapi juga menyangkut isu politik dan kemanusiaan,” ujar Haniyah.
Haniyah membantah jika Hamas menggunakan Pintu Perbatasan Rafah untuk menyelundupkan senjata ke wilayah Jalur Gaza.
Sebelumnya, Pemerintah Mesir memutuskan untuk membuka pintu perbatasan Rafah selama dua hari dan dimulai Selasa 26 Mei 2015.
Pintu perbatasan Rafah selalu ditutup oleh Pemerintah Mesir sejak Oktober 2014. Keputusan ini diambil setelah mendengar laporan mengenai banyaknya barang ilegal, baik yang masuk maupun yang keluar dari Jalur Gaza.
(Muhammad Saifullah )