Labuh Sesaji di Telaga Sarangan Beraroma Mistis?

, Jurnalis
Senin 01 Juni 2015 13:29 WIB
Labuh sesaji di Telaga Sarangan (Foto: Madiun Pos)
Share :

Sumantri mengatakan, justru dengan pelestrian budaya Nusantara itu, warga bisa terbentengi dari pengaruh negatif globalisasi. Tak hanya itu, acara itu juga sebentuk syukur kepada Tuhan bahwa masyarakat di Sarangan masih terus dikarunia rezeki dan keberkahan atas keberadaan Telaga Sarangan.

“Dampaknya secara luas ialah bisa menggerakkan ekonomi masyarakat luas dengan kemasan ekonomi kreatif,” paparnya.

Sebagaimana diketahui, legenda Telaga Sarangan bermula dari dua sosok terkenal, yakni Kiai Pasir dan Nyai Pasir. Kedua sosok yang menjelma dua naga raksasa itu diyakini sebagian masyarakat sebagai cikal bakal terciptanya Telaga Sarangan.

Terkait prosesi larung sesaji, ada legenda yang mengisahkan bahwa dulu ada seorang putri Raja Keraton Kasunanan Surakarta yang muksa di telaga tersebut. Raja akhirnya memerintahkan warga setempat untuk menggelar doa bersama dengan sedekahan bumi agar arwah putri raja tersebut diterima di sisi Tuhan.

(M Budi Santosa)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya