Soekarno, Sang Penakluk yang Lahir di "Dapur Revolusi"

Randy Wirayudha, Jurnalis
Sabtu 06 Juni 2015 09:51 WIB
Bung Karno-Pak Harto (Foto: Buku Wartawan Istana Bicara Pak Harto)
Share :

Apapun yang dilakukan, Soekarno selalu berusaha jadi yang paling unggul, termasuk dalam hal sepele seperti memanjat pohon. Soekarno akan berusaha memanjat dahan yang paling tinggi dari teman-temannya.

“Nasibku adalah untuk menaklukkan, bukan untuk ditaklukkan, sekalipun pada masa kecilku,” ungkap Soekarno berkisah pada Cindy Adams.

Soekarno juga dikenal senang mengoleksi sejumlah hal yang berkarakter seni, seperti perangko, hingga bungkus rokok keluaran Inggris, “Westminster” yang biasanya terdapat gambar-gambar artis barat, untuk ditempeli di dinding.

“Aku menjaga kumpulan bungkus rokok itu dengan nyawaku. Itu harta milikku sendiri yang pertama,” tambahnya.

Kembali pada masa pendidikannya di HBS Surabaya, didikan ideologis dari Tjokroaminoto tak ayal membuat Soekarno berevolusi jadi pribadi yang lebih ambisius, lebih cerdas, strategis dan diplomatis.

Dalam menyalurkan pemikirannya, Soekarno tak jarang jadi wartawan dan penulis di surat kabar ‘Oetoesan Hindia’ yang dibawahi Sarekat Islam (SI) dengan nama samaran Bima. Pendidikannya dilanjutkan ke Bandung di Technische Hoogeschool (THS, kini Institut Teknologi Bandung).

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya