AL Inggris cenderung untuk melakukan strategi bertahan, semua kapal perangnya menunggu diserang oleh jet tempur dan kapal perang Argentina. Hasilnya hanya tiga kapal perang Inggris yang rusak, sedangkan Kapal Argentina banyak yang rusak dan tenggelam.
Setelah kekuatan kapal perang Argentina banyak yang rusak, barulah AL Inggris melakukan serangan besar-besaran ke Kepulauan Malvinas. Tentara Argentina pun kewalahan dalam menghadapi gempuran Tentara Inggris di medan perang.
Hingga akhirnya Argentina harus mengakui kekalahan atas Inggris pada 14 Juni 1982. Banyak pengamat menilai kekalahan Argentina lebih disebabkan pada kurang padunya kesatuan komnado diantara tentaranya.
Dampak dari kekalahan tersebut sangat terasa bagi rakyat Argentina, Negeri Tanggo tersebut memutuskan hubungan diplomatik dengan Inggris. Hingga akhirnya pada 1998 Presiden Menem melakukan kunjungan bersejarah ke Inggris.
(Muhammad Saifullah )