“Institusi publik seharusnya tidak mengurusi hari libur keagamaan," kata ketua dewan Phil Kauffman, sebagaimana dikutip dari Voa, Jumat (26/6/2015).
Nama hari libur dihapus
Alih-alih mengakui libur Muslim, dewan pendidikan memilih untuk menghapus semua nama hari libur keagamaan dari kalendar sekolah, termasuk Natal, Paskah dan libur Yahudi, walaupun sekolah masih akan libur pada hari-hari tersebut.
Orang tua dan aktivis Islam, Saqib Ali, dari Equality for Eid Coalition mengatakan keputusan dewan pendidikan adalah suatu kesalahan.
“Sepertinya dewan melakukan upaya apapun agar tidak memberikan persamaan hak kepada komunitas Muslim,” ujar Saqib Ali dari Equality for Eid Coalition. Ia memperkirakan keputusan tersebut akan “memicu reaksi keras dari masyarakat lebih luas terhadap sekolah dan melawannya.”
Memang, beberapa reaksi online menuduh sekolah-sekolah dan umat Muslim Montgomery County anti Natal.