WINA - Perundingan nuklir Iran belum menemui kata sepakat hingga batas waktu Selasa 30 Juni yang ditetapkan. Perundingan nuklir Iran pun siap diperpanjang.
Hal tersebut disampaikan seorang pejabar senior Amerika Serikat (AS) setelah Menteri Luar Negeri Iran, Mohammed Javad Zarif, bersiap-siap untuk terbang kembali ke Teheran dari tempat perundingan di Wina, Austria.
Para pengamat mengatakan Zarif kemungkinan perlu mencari arahan atas masalah-masalah yang menghambat perundingan, antara lain menyangkut akses yang akan diberikan Iran kepada pengawas nuklir.
Lima kekuatan dunia yang disebut P5+1 -yaitu AS, Inggris, Prancis, China, Rusia, dan Jerman- ingin Iran membatasi program nuklir sehingga tidak sampai digunakan untuk membangun senjata nuklir. Sebagai imbalannya, sanksi internasional atas Iran akan dicabut.