”Kemenangan politik Iran berasal dari kemampuannya untuk menempatkan dirinya sebagai pembawa damai yang potensial, daripada kemampuannya yang sebenarnya untuk mengamankan kesepakatan di darat,” kata Barnes-Dacey, mengacu pada agresi darat.
Ayham Kamel, Direktur Konsultan Eurasia Group untuk Timur Tengah mengatakan, ada alasan khusus mengapa Iran tidak terlibat langsung dalam perang di Yaman untuk membela sekutunya, Houthi.
”Strategi Iran telah berubah sebagian, karena perubahan situasi. (Embargo) mencegah mereka untuk mendukung sekutunya, mantan Presiden Saleh dan Houthi secara terang-terangan,” katanya, seperti dikutip Reuters, Jumat (3/7/2015).
(Pamela Sarnia)