PM Israel: Ancaman Iran Lebih Berbahaya dari ISIS

Jihad Dwidyasa , Jurnalis
Sabtu 04 Juli 2015 03:01 WIB
PM Israel, Benjamin Netanyahu (Foto: Reuters)
Share :

“Kita seharusnya tidak memperkuat satu pihak dengan mengorbankan yang lain. Kita perlu untuk melemahkan seluruh pihak dan mencegah mereka mengumpulkan kekuatan, serta melakukan agresi militer,” lanjut PM Netanyahu.

Netanyahu sendiri memang salah satu pihak yang menentang keras negosiasi kesepakatan nuklir Iran. Ia selalu menuduh bahwa kesepakatan nuklir itu hanya sebagai kedok untuk menciptakan senjata pemusnah masal yang bisa digunakan untuk menyerang Israel.

Sementara itu, negosiasi kesepakatan akhir program nuklir Iran yang saat ini berjalan di Wina, Austria, masih berjalan dengan alot. Meski demikian, tuntutan Iran yang ingin sanksinya dicabut telah menemui titik terang.

Iran akhirnya memperoleh kembali 13 ton emas senilai hampir USD500 juta atau sekira Rp6,6 triliun. Timbunan emas tersebut sempat tidak bisa dinikmati Iran karena terhalang sanksi nuklir. Emas tersebut dapat diperoleh kembali setelah Iran mengupayakannya dalam pembahasan nukril di Wina, Austria.

(Hendra Mujiraharja)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya