16 Juli 1979, Saddam Hussein Resmi Jadi Presiden Irak

Jihad Dwidyasa , Jurnalis
Kamis 16 Juli 2015 03:30 WIB
Saddam Hussein (Foto: Reuters)
Share :

PADA 16 Juli 1979, Saddam Hussein resmi menjadi Presiden Irak periode 1979 hingga 2003. Mantan presiden Irak itu terkenal sebagai diktator yang sangat kejam. Sesuai dengan arti namanya yang dalam bahasa Arab berarti ‘seseorang yang keras kepala dan suka menantang’.

Seperti dilansir BBC, Kamis (16/7/2015), perjalanan karier Saddam Hussein menuju kursi presiden Iran penuh intrik dan kecurangan. Pria yang lahir pada 28 April 1937 di Kota Tikrit itu memulai karier politiknya dengan masuk ke sebuah universitas di Kota Baghdad.

Saddam remaja dikenal sebagai orang yang sangat anti-kehidupan negara Barat. Ketika lulus dari Universitas Baghdad, Saddam bergabung dengan Partai Baath, dan perlahan mulai mendapatkan tempat sebagai ketua partai.

Sebagai ketua Partai Baath, ia memainkan peranan penting dalam kudeta presiden Irak ketika itu yang masih dijabat Abd Ar Rahman Arif. Ketika sepupunya naik menjadi Presiden Iran pada 1968, Saddam Hussein diangkat menjadi wakil presiden.

Sebagai wakil presiden di bawah sepupunya, Ahmen Hassan Al Bakr, Saddam justru yang memegang kekuasaan penuh terhadap konflik antara pemerintah dan angkatan bersenjata, dengan membentuk pasukan keamanan yang menindas dan mengukuhkan wibawanya terhadap aparat pemerintah. Aksinya itu akhirnya membawanya menjadi presiden Irak periode 1979 hingga 2003.

Pemerintahan era Saddam Hussein digulingkan dalam invasi Irak 2003 yang dipimpin oleh Amerika Serikat (AS). Ia kemudian ditangkap oleh pasukan-pasukan AS pada 13 Desember 2003.

Pada 5 November 2006, Hakim Ketua Irak, Rauf Rasheed Abdel Rahman, menjatuhkan hukuman mati dengan cara digantung kepada Saddam Hussein karena terbukti memerintahkan pembunuhan massal selama ia berkuasa di Irak.

(Hendra Mujiraharja)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya