JAKARTA - Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, untuk mengatasi krisis air di Jakarta, pemerintah harus melakukan intervensi dalam penataan Ibu Kota.
"Intervensi, agar curah hujan bisa meresap ke tanah," ujar Sutopo di kantornya, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Selasa (28/7/2015).
Salah satu caranya, sambung dia, dengan menyusun peraturan agar perumahan, mal, dan gedung bertingkat memiliki sumur resapan.
"Untuk kota seperti Jakarta, dibutuhkan sekira dua juta sumur resapan. Itu sangat efektif bisa memaksa air hujan turun ke tanah. Misal di perumahan, mal, gedung tingkat. Selama ini kan tidak, punya tanah dibangun semua. Padahal butuh dua juta sumur resapan," tuturnya.
Sutopo menambahkan, cara tersebut juga bisa meminimalisir pengeluaran dibanding membangun bendungan. Meski demikian, jika memang terpaksa, maka ia menyarankan agar dibuat bendungan mini bertingkat dari hulu sungai, seperti yang dibangun di kawasan Pleret, Bantul, dan Yogyakarta.
"Bendungan besar tidak gampang, ada masalah sosialnya dan sulitnya relokasi serta alih fungsi lahan. Bendungan skala mini di Bantul,lebarnya cuma enam meter, tinggi tujuh meter, itu biaya cuma Rp80 juta. tiga tahun kemudian, wilayahnya surplus air, dan rindang," pungkasnya. (awl)
(Susi Fatimah)