SEOUL – Korea Utara (Korut) dan Korea Selatan (Korsel) bersedia dan sepakat redakan ketegangan menyusul hasil yang didapatkan dari dialog damai yang dilakukan delegasi kedua negara pada Sabtu 22 Agustus.
Korsel akan berhenti menyiarkan propaganda anti-Korut. Sementara itu, Korut juga meminta maaf atas peluncuran serangan roket pertama. Dengan demikian, kedua Korea itu batal untuk berperang.
Negeri pimpinan Kim Jong-un itu juga bersedia minta maaf atas penanaman ranjau darat di Zona Demiliterisasi Korea (DMZ) yang melukai dua prajurit Korsel. Laporan hasil pertemuan tingkat tinggi itu disampaikan langsung oleh delegasi Korsel yang merupakan Direktur Keamanan Nasional, Kim Kwan-jin.
”Saya berharap bahwa kita dapat membangun hubungan yang baru di antara Korut-Korsel. Orang-orang kami berharap untuk dengan tulus untuk melaksanakan isu-isu yang disepakati dalam dialog damai dan membangun kepercayaan untuk kerja sama,” ujar Kim Kwan-jin, seperti diberitakan Yonhap, Selasa (25/8/2015).