“Dalam sebuah percakapan, seorang teman memberi saya nomor telefonnya. Saya meminta istri saya untuk menuliskan nomor itu, tetapi dia lupa. Setelah beberapa bulan, saya bertanya kepada Sundar mengenai nomor itu, dan dia langsung menyebutkannya,” lanjut sang ayah.
Sundar kecil begitu menyukai kuis dan teka-teki ilmiah, dia bahkan menolak ajakan untuk bermain di luar demi belajar. Sikap itu membuat Sundar kurang dikenal, bahkan teman sekelasnya mengatakan pria yang kini berusia 43 tahun tersebut tidak memiliki teman.
Semua itu terbayar dengan prestasinya pada masa sekolah. Dia dikenal sebagai murid pintar, bahkan menjadi yang terbaik selama masa kuliah.
Sikapnya yang jarang bergaul pun sedikit demi sedikit berkurang, terutama setelah bertemu perempuan yang saat ini menjadi istrinya, Anjali, saat belajar bersama di Indian Institute of Technology Kharagpur (IIT KGP).
“Sekarang saat dia telah menjadi seorang CEO yang paling dicari. Saya selalu bergurau dengan teman-teman saya bahwa hal itu lebih mudah dicapai daripada dia menyatakan perasaan ke Anjali,” canda Phani Bushan, salah satu teman kuliah Sundar.
Prestasinya selama belajar di IIT KGP membawanya meraih beasiswa di salah satu universitas terkemuka dunia, Stanford University, di Amerika Serikat (AS). Akan tetapi untuk mengirimnya ke sana, orangtuanya harus berjuang keras.