JAYAPURA - Kepala Kepolisian Daerah Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw meminta keluarga korban jatuhnya pesawat Trigana Air di Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, pada pertengahan Agustus 2015, bersabar menunggu hasil tes DNA.
"Saya minta kepada keluarga korban untuk sabar menunggu hasil dari tim DVI mengenai DNA para korban yang sedang diperiksa di Mabes Polri," ujarnya, Rabu (9/9/2015).
Menurut Waterpaw, sewaktu menerima kenaikkan pangkat dari bintang satu ke bintang dua pada pekan kemarin di Mabes Polri, ia menyempatkan diri untuk bertemu dengan Kapus Dokes Mabes Polri guna menanyakan hasil pemeriksaan DNA para korban.
"Pemeriksaan DNA masih minim sekali. Pak Kapus Dokes menyebutkan masih berkisar di angka tiga dan empat yang bisa diidentifikasi. Hal ini juga tergantung dari sisa-sisa sel-sel para korban, apakah masih bisa hidup untuk diperiksa sedetail mungkin," katanya.
Disampaikan juga bahwa kloning DNA bisa dilakukan, asalkan sel-sel para korban Trigana itu masih hidup. Hanya saja hal itu membutuhkan waktu yang cukup lama.
Waterpauw menambahkan, jika pemeriksaan DNA itu terkendala, dirinya akan berbicara dengan para keluarga korban guna mencari solusi terbaik. Salah satu yang terpikir dan masih dalam pertanyaan, adalah mungkin tidak korban dikubur secara massal.
"Saya pikir suatu saat kalau tidak bisa dibuktikan, kami akan bicara dengan keluarga korban. Apakah buat kubur massal atau bagaimana," ujarnya.
Sebelumnya pesawat Trigana Air menabrak gunung di Oksibil. Pesawat itu mengangkut 49 orang.
Kurang lebih, setengah dari para korban pesawat naas itu telah teridentifikasi dan telah diambil jasadnya oleh keluarga korban, sisanya masih di kamar jenazah RS Bhayangkara, Kota Jayapura, Papua.
(Abu Sahma Pane)