BANYUASIN - Kebakaran hutan yang telah memasuki kawasan hutan lindung Taman Nasional Sembilang (TNS) Banyuasin II mengancam keberadaan satwa di dalamnya.
Kepala Balai TNS Syahimin mengatakan, sampai saat ini sekira 5 hektar kawasan TNS sudah terbakar. Ada kemungkinan kebakaran akan meluas lagi, tepatnya disekitar sungai Benu dan perbatasan dengan HTI.
"Perambahan hutan yang semakin marak ditambah kebakaran lahan, membuat habitat satwa di kawasan TNS makin terancam," katanya, Jumat (11/9/2015).
Seperti diketahui kawasan TNS merupakan habitat sejumlah hewan dilindungi. Diantaranya harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae), gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus), tapir (Tapirus indicus), siamang (Hylobates syndactylus syndactylus), lumba-lumba air tawar (Orcaella brevirostris), dan berbagai jenis burung.
"Juga sejumlah spesies tanaman dan ratusan hektar hutan mangrov," jelasnya.
Menurut Syahimin, pihaknya sejak dua minggu lalu sudah berada di lokasi, berjibaku memadamkan api dan mencegah agar tidak meluas. Namun, keterbatasan personil dan peralatan, membuat mereka tidak bisa berbuat banyak.