"Total anggota ada 29 orang, untuk menjaga 205.750 hektar TNS. Memang tergolong sedikit, tapi kami berupaya maksimal," kata dia.
Peralatan yang dimiliki TNS hanya berupa pemadam tabung. Untuk itu, pihaknya bekerja sama dengan perusahaan di sekitar TNS untuk meminjam peralatan mesin pompa.
"Kendalanya sumber air harus ditempuh sejauh 2 km lebih dari lokasi kebakaran. Itupun tidak bisa menggunakan mobil, motorpun sulit melewati jalan setapak yang kecil," keluhnya.
Sementara ini, mereka membuat pos-pos penampungan air yang diangkut manual dari kanal. Bila sudah mendekati lokasi baru disambung pakai selang untuk pemadaman.
"Idealnya memang pakai helikopter super puma, seperti yang dipakai Pemprov Sumsel. Namun, kita harus ngantri dulu, karena helikopternya sekarang masih dipakai untuk pemadaman hutan di Ogan Komering Ilir (OKI)," ungkapnya.
(Fransiskus Dasa Saputra)