New York – Seorang pria mantan pekerja di Wall Street memicu kemarahan publik, setelah menaikkan harga dari obat untuk mengobati pasien AIDS, setelah ia membeli hak paten dari obat tersebut, dan yang membuat publik marah adalah ketika tidak kira-kira ia menaikkan harga obat tersebut sebesar 5.500 persen.
Kepala dari Turing Pharmaceuticals, Martin Shkreli, membeli hak paten terhadap obat Daraprim bulan lalu sebesar USD55 Juta.
Lalu setelah dia memulai produksi obat tersebut, ia merubah harganya dari USD13,50 per pil atau sekira Rp187.685 menjadi USD750 per pil, sekira dengan Rp 10.827.992 .
Daraprim sendiri sudah di produksi hampir 62 tahun dan harganya tidak terlalu mengalami banyak perubahan harga, sehingga kondisi perubahan harga yang meroket ini mengagetkan publik juga pasien pengguna obat tersebut.
Martin Shkreli mengatakan ia menaikkan harga obat tersebut dengan alasan perusahaan Turing Pharmaceuticals, ’perlu mendapatkan untung dari produksi obat tersebut’.
“Ini bukan masalah, tentang sebuah perusahaan obat kejam yang berusaha menipu pasien. Ini hanya sebuah usaha kami untuk perusahaan tetap dapat menjalankan bisnis”, kata Shkreli, seperti yang dilansir Mirror, Selasa (22/9/2015).
Perubahan harga ini juga memicu percikan kemarahan di sosial media, bahkan kandidat presiden AS dari partai demokrat Hillary Clinton “menyerang” kenaikkan harga obat tersebut dengan sebutan ‘tidak senonoh’.
Bahkan, Hillary juga menyampaikan via Twitter-nya, “Penipuan harga seperti ini khususnya di pasar medis merupakan hal yang tidak senonoh”.
(Hendra Mujiraharja)