Martin Shkreli mengatakan ia menaikkan harga obat tersebut dengan alasan perusahaan Turing Pharmaceuticals, ’perlu mendapatkan untung dari produksi obat tersebut’.
“Ini bukan masalah, tentang sebuah perusahaan obat kejam yang berusaha menipu pasien. Ini hanya sebuah usaha kami untuk perusahaan tetap dapat menjalankan bisnis”, kata Shkreli, seperti yang dilansir Mirror, Selasa (22/9/2015).
Perubahan harga ini juga memicu percikan kemarahan di sosial media, bahkan kandidat presiden AS dari partai demokrat Hillary Clinton “menyerang” kenaikkan harga obat tersebut dengan sebutan ‘tidak senonoh’.
Bahkan, Hillary juga menyampaikan via Twitter-nya, “Penipuan harga seperti ini khususnya di pasar medis merupakan hal yang tidak senonoh”.
(Hendra Mujiraharja)