Kisah Pahit Burhan "Kampak", Algojo Pembantai PKI

, Jurnalis
Sabtu 03 Oktober 2015 11:11 WIB
Burhan "Kampak", sang Algojo Pembantai PKI (Foto: BBC)
Share :

Beberapa kali FAKI dilaporkan telah membubarkan berbagai acara yang disebutnya “hendak memutarbalikkan fakta” dan “hendak menghidupkan kembali PKI.”

“Ada (peserta pertemuan) yang sampai nangis-nangis,” ungkap Burhan, membenarkan bahwa Faki beberapa kali membubarkan diskusi atau pertemuan di Yogyakarta.

Intonasi suara Burhan kembali naik, saat dimintai komentar wacana permintaan maaf Presiden Joko Widodo kepada korban '65.

Kepada saya, Burhan mengatakan pihaknya akan memberikan ruang gerak acara diskusi seperti itu, asal “bukan untuk maksud jahat, misalnya pemutarbalikan fakta.”

Dia menilai, pemutaran film Senyap atau The Look of Silence karya Joshua Oppenheimer merupakan salah-satu contoh “pemutarbalikan fakta.”

Menyinggung keputusan pemerintah yang akan menyelesaikan kekerasan pasca 1965 melalui mekanisme rekonsiliasi, dia menyatakan hal itu tidak perlu digelar. “Secara alamiah rekonsiliasi sudah terjadi,” katanya.

"Itu pengkhianatan, kalau Presiden minta maaf,” tandasnya seraya menambahkan, bahwa pihaknya akan menggerakkan massa apabila itu dilakukan Presiden.

“Kita tidak salah, karena mereka yang salah melakukan pemberontakan, ini sudah jelas,” katanya berulang-ulang.

(Retno Wulandari)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya