Dia mengungkapkan, para gembong narkoba memiliki peralatan cangih sehingga masih bisa mengendalikan narkoba, dan bukan lagi mengunakan provider, melainkan sudah melalui alat komunikasi yang langsung terhubung dengan satelit.
"(Sebanyak) 70 persen peredaran narkoba dikendalikan dari dalam penjara. Di Cipinang, mereka itu di dinding-dinding punya peralatan langsung ke satelit," jelasnya.
Karena itu, dia mengaku saat ini Indonesia sudah menjadi darurat narkoba, lantaran bagi para gembong narkoba Indonesia adalah lahan subur dalam menyebarkan barang haram itu.
"Indonesia jadi peredaran narkoba karena pemakai cukup besar di sini makanya jadi incaran bandar," pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )