KUALA LUMPUR – Ketika negara tetangga Singapura memberikan tekanan pada Indonesia soal kabut asap dengan memboikot produk Indonesia, Malaysia menolak memberlakukan hal serupa dengan memberi pembelaan dan simpati pada Indonesia.
Wakil Perdana Menteri (Waperdam) Malaysia, Datuk Seri Ahmad Zahid Hamidi, enggan mengkritik, apalagi memberi tekanan pada Indonesia, soal kebakaran hutan dan terutama kabut asap sebagai dampaknya, di mana hal itu disebut Ahmad Zahid bukan hal yang fair.
“Tidak adil memberi tekanan pada Indonesia. Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah menunjukkan komitmen kuatnya untuk menyelesaikan masalah (asap) itu secara jangka panjang,” ungkapnya dalam Dialog Keamanan Internasional Putrajaya di Kuala Lumpur.
Ahmad Zahid yang juga rangkap jabatan sebagai Menteri Dalam Negeri Malaysia, berharap semua pihak, saling menyalahkan dan menyalurkan energi lebih banyak untuk membantu Indonesia mengatasi asap.
“Kita juga harus bersimpati dengan Indonesia untuk mengatasi masalah (asap) ini. Jangan hanya mengkritik mereka,” tambahnya, sebagaimana dilansir Astroawani, Kamis (22/10/2015).
Tapi pernyataan Ahmad Zahid itu bak bercabang dua. Pasalnya ketika dia menyebut jangan saling menyalahkan, bak udang di baik batu, dia juga mendesak semua pihak tak menunjuk hidung sejumlah investor Malaysia yang membuka lahan sawit di Indonesia.
“Pada saat yang sama, saya berharap tak ada satu pihak pun yang menyalahkan para investor Malaysia yang membuka lahan untuk perkebunan kelapa sawit dengan membakar lahan,” imbuhnya.
(Rahman Asmardika)