Sebagaimana diberitakan, pada Selasa 27 Oktober kapal perang USS Lassen yang didampingi pesawat pengintai dari US Navy telah mendekati peraian Kepulauan Spratly untuk melakukan patroli. USS Lassen merupakan sebuah kapal penghancur yang dilengkapi senjata rudal udara dan rudal air. Tindakan itu dianggap provokasi langsung terhadap China.
Merespons hal tersebut, Angkatan Laut China dilaporkan telah menyiapkan rudal taktis untuk mengantisipasi tindakan US Navy yang lebih jauh lagi.
Meski demikian, untuk meredakan ketegangan, Kepala Angkatan Laut AS (US Navy), Laksamana John Richardson, dilaporkan telah melakukan video conference dengan Kepala AL China, Laksamana Wu Shengli. (aji)
(Muhammad Saifullah )