Para perempuan itu berasal dari negara-negara di kawasan Asia Timur dan Tenggara yang menjadi jajahan Jepang pada masa itu, seperti Indonesia, Korea, Filipina, dan China.
Negara-negara ini terus menuntut keadilan bagi para warganya yang menerima nasib yang mengerikan itu.
Jepang merasa isu tersebut telah diselesaikan dengan perjanjian diplomatik pada 1965. Pemerintah Negeri Matahari terbit itu juga telah berulang kali menyatakan permintaan maafnya.
Namun, Korsel menginginkan permintaan maaf yang lebih tegas dan kompensasi bagi warganya yang menjadi korban.
(Rahman Asmardika)