“Tujuan dari pertemuan ini adalah untuk menceritakan masa lalu dan mendiskusikan masa depan. Melalui pertemuan ini kami akan memperkuat perdamaian di selat dan tetap memelihara status quo,” lanjutnya.
Sebagaimana diketahui, pertemuan antara pemimpin tertinggi Taiwan dan China yang akan dilaksanakan pada akhir pekan ini memang bertepatan dengan demonstrasi anti-China yang dilakukan warga Taiwan beberapa pekan terakhir menjelang pemilu presiden dan Parlemen Taiwan yang akan berlangsung pada Januari 2016.
Beberapa pihak menilai bahwa pertemuan Presiden Xi Jinpin dan pemimpin tertinggi Taiwan Ma Ying-jeou nanti di Singapura bertujuan menekan Pemerintah Taiwan untuk tetap menjadi bagian dari negaranya.
(Jihad Dwidyasa )