Bentrok Yaman, Lebih dari 125 Orang Jadi Korban

Silviana Dharma, Jurnalis
Minggu 20 Desember 2015 05:13 WIB
Pasukan Pemberontak Houthi di Yaman. (Foto: The Guardian)
Share :

Dikabarkan, perwakilan dari kelompok pemberontak Yaman menolak menghadiri perundingan damai di Swiss  sebagai bentuk protes atas pelanggaran gencatan senjata yang dilakukan Pemerintah Yaman saat menyerbu kota-kota mereka secara mendadak.

Pemberontak, yang dikenal sebagai Houthi, mengatakan mereka tidak akan melanjutkan perundingan, kecuali PBB mengutuk pelanggaran yang dilakukan pasukan pemerintah Yaman selama seminggu gencatan senjata.

“Kami agak meragukan penangguhan tersebut. Namun saya menjamin kedua delegasi sudah memperbarui komitmen mereka terkait kesepakatan untuk melakukan gencatan senjata ini,” kata utusan khusus PBB untuk menengahi konflik Yaman, Ismail Ould Cheikh Ahmed.

Ismail menjelaskan, PBB telah mendesak semua faksi dalam konflik untuk mengakhiri kekerasan dan mendesak untuk melanjutkan pembicaraan.

Tidak jelas sampai sejauh mana pertempuran baru ini akan memengaruhi alur perundingan damai di Swiss. Pada hari Kamis 17 Desember 2015, Houthi setuju untuk mengizinkan kembalinya pengiriman bantuan kemanusiaan ke wilayah kekuasaan para pemberontak, seperti Taiz serta kota-kota di Saada dan Hajjah.

(Silviana Dharma)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya