YOGYAKARTA - Pesawat tempur milik TNI AU jenis T-50 Golden Eagle yang jatuh di Bandara Adisutjipto Yogyakarta pagi tadi, dilengkapi kursi lontar (ejection seat).
"Pesawat ini memang dilengkapi ejection seat," kata Danlanud Adi Sutjipto Yogyakarta Marsekal Pertama TNI Imran Baiduris.
Namun dua awak pesawat belum sempat menggunakan hingga akhirnya pesawat itu menyentuh tanah dan terbakar. Pilot pesawata adalah Letkol Pnb Marda Sarjono dan co-pilot Kapten Pnb Dwi Cahyadi.
"Sampai saat terakhir, sepertinya awak tidak sampai menggunakan (kursi lontar)," ucapnya.
Imran memastikan, pesawat bikinan Korea Selatan itu dalam keadaan bai. Begitu juga dengan dua awaknya. "Pesawat dalam kondisi baik, dan penerbang keduanya juga," tandasnya.
Seperti diketahui, pesawat itu menungkik tajam dari ketinggian 500 feet saat melakukan akrobatik dalam rangka perayaan Gebyar Dirgantara AAU Yogyakarta. Pesawat jatuh di Kompleks Kesatriaan AAU.
Jenazah Letkol Pnb Marda Sarjono yang merupakan Komandan Skuardon XV Madium dan Kapten Dwi Cahyadi sudah dibawa ke rumah duka masing-masing di Madiun dan Sleman.
(Risna Nur Rahayu)