Ini Profil Raja Baru Kadipaten Pakualaman

Markus Yuwono, Jurnalis
Kamis 07 Januari 2016 14:05 WIB
foto: Antara
Share :

Dirinya menjadi PNS pada 1991 sebagai penata muda di Dinas Tenaga Kerja Setwilda Yogyakarta. Pada 2011 dia didapuk menjadi Biro Administrasi kesejahteraan Rakyat dan Kemasyarakatan hingga sekarang.

Masih bersumber buku, sejak kecil Paku Alam X dekat dengan kakeknya Paku Alam VIII. Saat itu ia dibebaskan bermain apa saja, kecuali bermain plinteng (ketapel). Makna dari larangan itu agar tidak menyakiti sesama makhluk hidup, apalagi menganggap perbuatan menyakiti sebagai sebuah permainan.

Selain itu, kakeknya menasehati agar menghargai karya orang lain apapun bentuknya. Sementara ayahnya Paku alam IX lebih banyak mengajak berdiskusi dari pada memberikan nasihat. Dalam bahasa sehari menggunakan bahasa jawa Ngoko (bahasa jawa bukan halus seperti tradisi kaum priyayi).

Peristiwa yang paling berkesan saat diskusi dengan Paku Alam IX ialah pada 2012. Saat itu ayahandanya bertanya "akan berjalan ke manakah kadipaten Pakualaman ini?"

Dia memahami pertanyaan ini sebagai sebuah perintah untuk memikirkan keberlangsungan Kadipaten Pakualaman sebagai pemangku kebudayaan.

(Risna Nur Rahayu)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya