Legalisasi industri ‘cinta’ di Persemakmuran Australia terinspirasi dari film Pretty Woman karya sutradara Garry Marshal pada tahun 1990. Film yang dibintangi selebritis papan atas di Hollywood Richard Gere dan Julia Roberts ini berkisah tentang romantika komedi yang dimaksudkan untuk menjadi kisah peringatan gelap tentang kelas dan pekerja seks di Los Angeles.
Lawless mengaku marah dengan semua pernyataan yang mengeneralisasikan kaum PSK. Ia sendiri sudah bekerja dalam bisnis ‘esek-esek’ ini selama tiga tahun dan mengumbarnya ke publik sejak Februari 2015. Ia berdomisili di Sydney, negara bagian di Australia yang sudah melegalkan prostitusi.
Sebagai upaya melegalkan bisnis ‘kepuasan’ ini merata di seluruh negara bagian, aktivis perempuan yang satu ini juga mengajak orang-orang untuk aktif mengampanyekan hak-hak kaum wanita panggilan. Caranya dengan mengungkap jati diri mereka ke publik melalui media sosial.
“Saya memutuskan untuk mengunggah foto saya ke Instagram untuk menunjukkan sisi lain kehidupan seorang penjaja seks. Yaitu wajah perempuan muda yang secara sukarela memilih menjalani profesi ‘gelap’ ini,” ujarnya.
Berangkat dari satu keberanian inilah, ratusan PSK lainnya mulai menikmati rasanya berjalan di bawah matahari tanpa jadi bayang-bayang lagi. Sama halnya dengan Lawless, mereka menampilkan betapa bahagia hidup mereka sebagai seorang PSK.